TULUNGAGUNG, (20/9) - Latifah Awalin, seorang mahasiswi semester 7 UIN SATU Tulungagung berhasil menjalankan bisnis pisang coklat di usianya yang masih muda. Bisnis ini sudah aktif berjalan hampir 2 tahun lamanya. Dia mulai menjual produknya sejak 15 Januari 2023 dan masih berlanjut sampai sekarang. Pemasaran produk ini berfokus secara digital lewat platform seperti WhatsApp dan Instagram.
Menurut Latifah, alasan memilih bisnis pisang coklat adalah karena camilan ini digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sehingga memiliki pasar yang luas. Selain itu, bahan baku yang mudah didapat serta proses pembuatan yang tidak memakan waktu lama menjadi kelebihan tersendiri. Hal ini memungkinkan Latifah untuk tetap menjalankan bisnisnya tanpa mengganggu aktivitas kuliahnya. Ditambah lagi, harga pisang coklat yang ekonomis membuatnya bisa dijangkau oleh semua kalangan.
Strategi pemasaran yang digunakan Latifah dalam mengembangkan bisnisnya adalah dengan mengandalkan digital marketing. Ia aktif mempromosikan produknya melalui WhatsApp dan Instagram karena kemudahannya dalam berinteraksi langsung dengan pelanggan. Produk pisang coklat ini biasa dipasarkan di wilayah sekitar kampus dan di daerah Blitar.
Selain itu, Latifah juga memanfaatkan strategi pemasaran offline dengan sistem COD (Cash On Delivery) dan DO (Delivery Order). Dengan metode ini, ia menawarkan layanan antar langsung ke pelanggan dengan tambahan fasilitas gratis ongkir untuk area yang masih satu wilayah dengan tempat penjualannya. Latifah Awalin adalah salah satu contoh bagaimana seorang mahasiswa mampu menyeimbangkan pendidikan dan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital diusia muda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar