lina-miftakhur
Sabtu, 05 Juli 2025
Usung Tema Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan, Pembukaan KKN 2025 Tanggulwelahan Sukses Digelar di Balai Desa
Kamis, 26 Juni 2025
Ramalan Primbon: Tradisi yang Menumpulkan Nalar Kritis
(sumber:https://images.app.goo.gl/E2PJHQL6d2Wyr4jH8)
Kepercayaan terhadap ramalan primbon telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Jawa. Primbon, seperti yang didefinisikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah kitab yang memuat berbagai perhitungan ramalan, mulai dari penentuan hari baik dan hari nahas, hingga kumpulan pengetahuan kejawen yang sarat akan rumus ilmu gaib, rajah, mantra, dan tafsir mimpi. Tradisi ini, yang diwariskan lintas generasi, kerap menjadi rujukan utama bagi banyak individu dalam mengambil keputusan penting. Mulai dari menentukan waktu pernikahan, memulai usaha, hingga memilih nama untuk buah hati, peran primbon terasa begitu sentral dalam mengatur alur kehidupan sehari-hari.
Hingga kini, pengguna primbon umumnya adalah individu dari generasi yang lebih tua, terutama mereka yang tumbuh besar di lingkungan pedesaan yang kental akan adat dan tradisi lisan. Bagi mereka, primbon bukan sekadar kumpulan ramalan, melainkan panduan hidup yang diyakini berasal dari leluhur dan mengandung kearifan yang tak terbantahkan. Mereka berpegang teguh pada keyakinan bahwa mengabaikan petunjuk primbon bisa mendatangkan kemalangan atau ketidakberuntungan. Fenomena ini bukan hanya sekadar kepercayaan pribadi, tetapi juga seringkali menjadi norma sosial yang memengaruhi keputusan kolektif dalam keluarga atau komunitas. Ada pula individu yang meski secara pendidikan sudah modern, tetap mencari "orang pintar" atau sesepuh yang menguasai primbon untuk mendapatkan restu atau petunjuk sebelum melangkah.
Namun, di balik jaminan ketenangan yang ditawarkan, ketergantungan pada ramalan primbon patut menjadi objek kritik yang mendalam. Salah satu dampak paling nyata adalah timbulnya sikap pasif dan kurangnya inisiatif untuk mengambil tindakan nyata. Ketika seseorang terlalu yakin bahwa setiap aspek kehidupannya telah digariskan oleh ramalan, semangat untuk berusaha keras, berinovasi, atau bahkan menghadapi tantangan dengan pemikiran kritis bisa saja luntur. Keyakinan ini berpotensi membatasi kemampuan individu untuk berpikir mandiri dan membuat keputusan berdasarkan analisis fakta serta keadaan objektif yang ada di lapangan, bukan sekadar berdasarkan tafsir simbolik atau perhitungan mistis.
Konsekuensi dari sikap pasif ini seringkali terlihat dalam kecenderungan untuk menyerahkan sepenuhnya hasil pada "takdir" yang diyakini telah tertulis dalam primbon, ketimbang mengoptimalkan upaya dan strategi pribadi. Misalnya, individu yang mencari pekerjaan bisa jadi kurang proaktif dalam mencari peluang atau mengembangkan diri, dengan keyakinan bahwa "jika memang rezekinya, pasti datang". Pola pikir semacam ini secara langsung menghambat pertumbuhan personal dan kemajuan sosial, karena inovasi dan kemajuan justru lahir dari keberanian mengambil risiko dan upaya yang gigih.
Lebih lanjut, keterikatan yang berlebihan pada ramalan primbon bisa memicu kecemasan dan ketakutan yang tidak proporsional. Apabila primbon meramalkan sesuatu yang dianggap "buruk" atau "nahas," kekhawatiran yang tidak perlu dapat menguasai pikiran dan menghambat proses pengambilan keputusan yang rasional. Kondisi ini menyoroti bagaimana sebuah tradisi yang awalnya bertujuan sebagai panduan, pada akhirnya bisa menjadi penghalang serius bagi kemajuan pribadi dan kolektif, menghambat inovasi, dan mengikis semangat juang dalam menghadapi realitas kehidupan yang dinamis.
Sabtu, 12 Oktober 2024
Kunjungi Desa Ploso, Calon Bupati Blitar Nomor Urut 1 dapat Sambutan Hangat dari Warga dan Lurah Setempat
Sabtu, 05 Oktober 2024
UPT SD Negeri Tawangrejo Sukses Berpartisipasi dalam Pelantikan Pramuka Siaga: Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini
![]() |
| Prosesi pelantikan pramuka siaga |
BLITAR, (05/10) - Sabtu, 5 Oktober 2024, para siswa khususnya anak kelas 3 UPT SD Negeri Tawangrejo berpartisipasi dalam pelantikan Pramuka Siaga yang berlangsung di lapangan Desa Tawangrejo, Kabupaten Blitar. Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 10.30 WIB.
Sebanyak 179 siswa dari berbagai sekolah di satu kecamatan, termasuk 18 siswa dari SD Negeri Tawangrejo, dilantik setelah menyelesaikan SKU tingkatan mula. Kegiatan ini dipimpin oleh Kak Didit Amir Mahmud, S.Pd, yang menjabat sebagai ketua pelaksana. Pelantikan tersebut bertujuan membentuk generasi berkarakter sejak dini, dengan harapan para siswa yang dilantik dapat menjadi teladan bagi teman-temannya.
Proses pelantikan dimulai dengan pengantaran calon Pramuka Siaga ke tempat acara, diikuti pembacaan janji Dwisatya. Setelah itu, pembina menyematkan tanda pelantikan kepada siswa yang dilantik. Acara ditutup dengan pembubaran barisan sebagai tanda berakhirnya prosesi. Keterlibatan SD Negeri Tawangrejo dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dan memperkuat jiwa kepramukaan mereka.
Sabtu, 28 September 2024
Partisipasi Warga Desa Ploso Meningkat, Tradisi "Jimpitan" Mulai Diterapkan di Setiap Rumah
BLITAR, (28/9) – Salah satu tradisi gotong royong yang dikenal dengan jimpitan mulai diterapkan di Desa Ploso, Kabupaten Blitar. Program ini resmi berjalan sejak 1 September 2024, menyusul imbauan dari pemerintah desa yang bertujuan untuk menghidupkan nilai gotong royong dan juga membantu sesama. Tidak seperti tradisi jimpitan pada umumnya yang menggunakan beras, warga desa lebih berfokus menyumbangkan sejumlah uang kecil setiap hari.
Seluruh warga, dari setiap rumah di desa Ploso ikut berpartisipasi dalam jimpitan ini. Setiap rumah secara sukarela menyumbangkan sejumlah uang yang ditaruh dalam wadah kaleng rokok yang dipasang di depan rumah, kemudian dikumpulkan oleh petugas atau relawan desa seminggu sekali. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk kepentingan desa bersama, termasuk simpanan dana yang akan dipakai untuk perayaan Agustus di tahun-tahun mendatang. Tradisi jimpitan ini digalakkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat desa.
Dengan meningkatnya partisipasi warga, diharapkan tradisi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh warga desa, khususnya di desa Ploso. Masyarakat berharap dengan ini, hubungan antar warga semakin erat, dan semangat gotong royong akan terus hidup. Dengan dukungan dari seluruh warga, program jimpitan ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi yang lain untuk ikut melestarikan nilai-nilai budaya gotong royong yang semakin memudar di era modern ini.
Jumat, 20 September 2024
Dari Kampus ke Pasar: Mahasiswi Sukses Jalankan Bisnis Pisang Coklat Lewat Digital Marketing di Usia Muda
TULUNGAGUNG, (20/9) - Latifah Awalin, seorang mahasiswi semester 7 UIN SATU Tulungagung berhasil menjalankan bisnis pisang coklat di usianya yang masih muda. Bisnis ini sudah aktif berjalan hampir 2 tahun lamanya. Dia mulai menjual produknya sejak 15 Januari 2023 dan masih berlanjut sampai sekarang. Pemasaran produk ini berfokus secara digital lewat platform seperti WhatsApp dan Instagram.
Menurut Latifah, alasan memilih bisnis pisang coklat adalah karena camilan ini digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sehingga memiliki pasar yang luas. Selain itu, bahan baku yang mudah didapat serta proses pembuatan yang tidak memakan waktu lama menjadi kelebihan tersendiri. Hal ini memungkinkan Latifah untuk tetap menjalankan bisnisnya tanpa mengganggu aktivitas kuliahnya. Ditambah lagi, harga pisang coklat yang ekonomis membuatnya bisa dijangkau oleh semua kalangan.
Strategi pemasaran yang digunakan Latifah dalam mengembangkan bisnisnya adalah dengan mengandalkan digital marketing. Ia aktif mempromosikan produknya melalui WhatsApp dan Instagram karena kemudahannya dalam berinteraksi langsung dengan pelanggan. Produk pisang coklat ini biasa dipasarkan di wilayah sekitar kampus dan di daerah Blitar.
Selain itu, Latifah juga memanfaatkan strategi pemasaran offline dengan sistem COD (Cash On Delivery) dan DO (Delivery Order). Dengan metode ini, ia menawarkan layanan antar langsung ke pelanggan dengan tambahan fasilitas gratis ongkir untuk area yang masih satu wilayah dengan tempat penjualannya. Latifah Awalin adalah salah satu contoh bagaimana seorang mahasiswa mampu menyeimbangkan pendidikan dan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital diusia muda.
Welcome Party KPI Solid 2024: Prodi KPI UIN SATU Sukses Sambut Maba KPI dengan Penuh Antusias
TULUNGAGUNG – Prodi KPI kembali menggelar acara tahunan untuk menyambut mahasiswa baru program studi pada tanggal 13-14 September 2024. KPI Solid sendiri merupakan sebutan untuk acara tahunan yang diikuti oleh mahasiswa baru sebelum memasuki dunia perkuliahan atau lebih akrab disebut sebagai ospek jurusan. Tema yang diusung kali ini adalah “Digital Impact on Youth, Mind, Behavior, and Moral”.
Acara yang diketuai oleh Andisal Ihsan ini bertempat di auditorium gedung Pasca Sarjana dan Kampus Utama UIN SATU Tulungagung. Susunan acara KPI Solid ini terbagi menjadi dua hari.
“Serangkaian acara KPI Solid hari pertama diawali check in kelengkapan peserta ya kak, terus ada talk show sama nobarnya juga” ujar Zahra, maba kpi solid (14/09).
Tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa baru, acara ini tentunya banyak melibatkan berbagai pihak mulai dari dosen hingga mahasiswa khususnya yang tergabung dalam hmps.
“Acaranya seru banyak yang antusias bertanya dan menjawab juga kak, tapi pas hari pertama itu aku lihat beberapa pada ngantuk karena hari pertama itu full materi, beda sama hari kedua, isinya seru-seruan semua” ujar Zahra (14/09).
Hari kedua acara kpi solid memang berbanding terbalik dengan hari pertama, pasalnya pada hari kedua ini lebih banyak susunan acara yang santai dan menghibur, seperti flashmob, photo booth, sampai farewall party yang dihadiri beberapa kating untuk lebih memeriahkan acara.
Acara ini memang diadakan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN SATU. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa baru dan membekali mereka dengan wawasan dasar terkait etika komunikasi.
Usung Tema Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan, Pembukaan KKN 2025 Tanggulwelahan Sukses Digelar di Balai Desa
TULUNGAGUNG, (05/7) – Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di Desa T...
-
TULUNGAGUNG, (05/7) – Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di Desa T...
-
(sumber:https://images.app.goo.gl/E2PJHQL6d2Wyr4jH8) Kepercayaan terhadap ramalan primbon telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari l...
-
TULUNGAGUNG, (20/9) - Latifah Awalin, seorang mahasiswi semester 7 UIN SATU Tulungagung berhasil menjalankan bisnis pisang coklat di usiany...





